Skip to content
Kembali ke Learn
Properti fiktifPemula 6 menit

Listing kos di Jakarta yang ternyata foto dari Bandung

Iklan kos atau kontrakan dengan foto curian, harga di bawah pasar, dan permintaan DP sebelum survei. Cara cek lokasi dan keaslian foto sebelum kirim uang.

Skenario

Riko, 24 tahun, baru pindah kerja sebagai backend engineer di startup Jakarta Selatan. Dia masih ngekos di Bekasi, tiap pagi naik commuter line 90 menit. Pengen pindah dekat kantor. Scroll OLX dan Mamikos malam-malam, ketemu listing kos eksklusif di Tebet, foto interior kayak hotel butik, AC, kamar mandi dalam, harga 1.8 juta. Padahal survei tetangga, area itu rata-rata 2.5 juta ke atas. Riko WhatsApp pemiliknya, balasnya cepat dan ramah, mengaku Bu Sari, sedang di Surabaya menemani ibunya operasi. Bu Sari bilang banyak yang minat, ada yang sudah siap transfer, tapi karena Riko pertama nanya, dikasih kesempatan dulu. Cukup DP 1 juta hari ini, kunci dititipkan ke tetangga sebelah, Riko tinggal datang besok pagi ambil. Riko hampir transfer karena takut keduluan.

Lima menit verifikasi yang sering menyelamatkan

  1. 01Klik kanan setiap foto listing, pilih Search image with Google. Foto kos fiktif sering diambil dari Pinterest, listing properti luar negeri, atau Airbnb di kota lain.
  2. 02Minta pemilik kirim foto baru dengan kondisi spesifik, contoh foto pintu dengan tulisan tanggal hari ini. Pemilik palsu tidak punya akses fisik.
  3. 03Buka Google Maps, cari alamat yang dia sebut. Pakai Street View untuk lihat apakah bangunan benar ada dan sesuai dengan foto fasad.
  4. 04Cek nomor HP pemilik di getcontact atau truecaller. Kalau muncul label seperti penipu, calo kos, atau nomor kerap ganti nama, hati-hati.
  5. 05Tawarkan datang langsung. Bilang ada teman yang tinggal dekat sana dan bersedia survei mewakili. Penipu hampir selalu menolak skenario ini.

Di mana OSINT bekerja di cerita ini

Properti tidak bisa dipindahkan, tapi fotonya bisa. Di situlah OSINT memenangkan permainan. Reverse image search akan menemukan foto Bu Sari berasal dari listing Airbnb di Bandung dua tahun lalu. Google Maps Street View memungkinkan Riko berjalan virtual ke alamat yang disebut, dan ternyata di sana adalah warteg, bukan kos eksklusif. Getcontact menampilkan label calo dan ganti nomor untuk nomor Bu Sari. Tiga sumber publik ini menggantikan 2 jam perjalanan survei dengan 5 menit di depan layar, sekaligus menyelamatkan uang DP 1 juta yang tidak akan pernah kembali.

Pola yang berulang di kasus serupa

  • Foto interior selalu rapi, tapi tidak ada satupun foto luar bangunan.
  • Lokasi yang disebut populer dan dicari banyak orang, biasanya area dekat kampus atau kantor.
  • Cerita pemilik selalu di luar kota dengan alasan urgent.
  • Pesan diawali dengan urgency, banyak yang nawar, ambil sekarang atau lepas.
Kunci kos hanya pantas berpindah tangan di lokasi kosnya, bukan di aplikasi pesan.
Disclaimer. Skenario di atas fiktif, disusun dari pola yang berulang muncul di laporan publik dan komunitas. Tujuannya melatih cara berpikir, bukan menuduh siapa pun.

Cerita terkait