Review yang terlalu sempurna
Foto produk identik, ulasan seragam, domain seumur jagung. Cara membedakan toko online beneran dari toko karbitan.
Skenario
Andi sedang scroll Facebook sambil rebahan. Muncul iklan sepatu lari Asics Gel-Nimbus, harga aslinya 2.8 juta, di iklan cuma 890 ribu plus gratis ongkir. Captionnya bilang Gudang overstock, sisa 12 pasang. Andi klik, mendarat di situs dengan template yang lumayan rapi, banner besar, semua produk bintang lima, foto modelnya bule semua. Andi pilih ukuran 42, sebelum check-out dia coba tanya CS di WhatsApp yang nomornya muncul melayang di pojok. Balasannya cepat, sopan, bahkan menawarkan diskon tambahan 50 ribu kalau bayar dalam 30 menit. Andi sempat berhenti, ada yang janggal, tapi otak sudah keburu membayangkan dipakai lari weekend besok.
Lima cek cepat sebelum klik bayar
- 01Salin nama domain ke whois.com. Lihat 'Creation Date'. Kalau di bawah 6 bulan, naikkan level kewaspadaan.
- 02Klik kanan foto produk, pilih 'Search image with Google'. Kalau foto yang sama muncul di puluhan toko lain dengan harga jauh berbeda, itu stock photo.
- 03Cari nama toko di Google ditambah kata 'penipu' atau 'scam'. Komunitas Indonesia di Kaskus, Reddit, atau Twitter biasanya sudah lebih dulu mengeluh.
- 04Cek metode pembayaran. Toko legit hampir selalu pakai payment gateway resmi seperti Midtrans, Xendit, atau marketplace besar. Bukan transfer manual ke rekening pribadi.
- 05Cek halaman 'Tentang Kami' dan 'Kontak'. Alamat fisik bisa diverifikasi lewat Google Maps Street View. Kalau alamatnya rumah kosong atau ruko yang sebenarnya laundry, ya sudah jelas.
Di mana OSINT bekerja di cerita ini
Toko abal-abal hidup dari satu hal, harapan bahwa calon pembeli tidak akan repot-repot membandingkan. OSINT membalik posisinya. Reverse image search menelanjangi foto produk yang ternyata milik toko lain. WHOIS menelanjangi umur domain yang ternyata baru lahir minggu kemarin. Wayback Machine bahkan bisa menunjukkan toko ini dulunya jualan helm, sebulan lalu jualan jam tangan, sekarang jualan sepatu, polanya khas pelaku scam yang sering ganti niche. Lima menit penelusuran terbuka mengubah keputusan emosional jadi keputusan informasional.
Tools gratis yang berguna
- whois.com untuk cek umur dan registrar domain.
- builtwith.com untuk lihat tech stack (toko abal-abal biasanya pakai template gratis).
- tineye.com atau images.google.com untuk reverse image search.
- wayback machine (web.archive.org) untuk lihat history situs, kalau baru muncul kemarin ya merah.
Harga murah itu menggoda. Tapi penyesalan setelah kena tipu jauh lebih mahal daripada harga aslinya.