Skip to content
Kembali ke Learn
Loker palsuPemula 6 menit

Tawaran kerja yang minta deposit dulu

Pola lowongan kerja yang terlalu manis, akun baru, dan permintaan transfer di awal. Begini cara membaca tandanya.

Skenario

Rani baru wisuda tiga bulan lalu. Sudah sebar 47 lamaran, baru satu yang manggil, itupun ditolak halus setelah technical test. Tabungan menipis, orang tua mulai sering bertanya. Suatu malam masuk DM Instagram dari akun bernama Hanna Pratiwi, foto profil perempuan ramah pakai blazer, bio HR Recruiter di salah satu perusahaan logistik nasional. Hanna bilang Rani direkomendasikan teman, tidak disebutkan siapa. Posisinya admin remote, gaji 8 juta plus tunjangan internet 500 ribu. Tidak perlu wawancara teknis, cukup psikotes online. Cuma ada satu syarat administratif, transfer 350 ribu untuk biaya aktivasi akun training di vendor pihak ketiga, nanti diganti di gaji pertama. Rani hampir buka aplikasi mobile banking ketika tiba-tiba kepikiran, kok semudah ini setelah 47 kali ditolak.

Langkah verifikasi yang bisa Rani lakukan

  1. 01Cek alamat email perekrut. Kalau perusahaan asli, biasanya pakai domain @namaperusahaan.co.id. Hati-hati domain mirip seperti @namaperusahaan-hrd.com.
  2. 02Buka who.is atau whois.com, masukkan domain itu. Domain yang baru dibuat dalam 30 hari terakhir sudah cukup mencurigakan.
  3. 03Cari nama perekrut di LinkedIn. Cek apakah foto, jabatan, dan riwayat kerja konsisten. Akun dengan koneksi di bawah 10 dan dibuat kemarin itu lampu kuning.
  4. 04Buka situs resmi perusahaan, biasanya ada halaman karir. Bandingkan apakah lowongan ini benar diiklankan di sana.
  5. 05Lakukan reverse image search foto profil perekrut lewat images.google.com atau tineye.com. Kalau muncul di banyak akun lain dengan nama berbeda, sudah jelas itu palsu.

Di mana OSINT bekerja di cerita ini

OSINT tidak menuntut hacking apa-apa. Yang dipakai Rani semuanya gratis dan terbuka untuk umum. WHOIS adalah catatan resmi pemilik domain, dibuka untuk publik justru supaya konsumen bisa verifikasi. LinkedIn adalah arsip karier yang sengaja dibikin terbuka oleh penggunanya. Reverse image search adalah mesin yang membaca piksel, bukan menebak niat. Tiga jendela ini menggantikan keyakinan emosional (kelihatannya meyakinkan) dengan bukti yang bisa ditunjukkan ke orang lain. Itulah inti OSINT, mengubah firasat jadi bukti, dalam waktu yang lebih singkat dari menyeduh kopi.

Kenapa pola ini selalu berhasil

Karena modusnya menyerang sisi emosi, bukan logika. Orang yang sedang butuh kerja cenderung melewati langkah verifikasi karena takut peluangnya hilang. Penipu paham betul pola ini, makanya selalu ada kalimat urgent, harus transfer hari ini, kuota tinggal 2 orang, slot HR cuma sampai jam 5 sore. Urgensi adalah anestesi untuk akal sehat.

Kalau ragu di awal, dengarkan keraguannya. Lebih baik kehilangan tawaran palsu daripada kehilangan tabungan.
Disclaimer. Skenario di atas fiktif, disusun dari pola yang berulang muncul di laporan publik dan komunitas. Tujuannya melatih cara berpikir, bukan menuduh siapa pun.

Cerita terkait