Skip to content
Kembali ke Learn
Hoaks bencanaMenengah 7 menit

Video banjir viral yang ternyata kejadian tiga tahun lalu

Saat bencana terjadi, linimasa banjir video lama yang dilabel ulang. Cara cek kapan dan di mana sebuah video benar-benar diambil.

Skenario

Hujan turun semalaman di Jabodetabek. Pagi jam 6, grup WhatsApp keluarga besar Tante Yuli sudah ramai. Masuk video berdurasi 47 detik, kualitas pecah, ada watermark TikTok di pojok. Isinya banjir setinggi atap mobil, orang-orang berenang sambil teriak panik. Captionnya, Innalillahi, banjir Bekasi pagi ini, tolong doakan saudara-saudara kita, share sebanyak mungkin. Tante Yuli langsung forward ke 5 grup lain dan minta saudara-saudara melakukan hal sama. Sepupu Wira, yang biasanya skeptis, sempat tahan jempolnya sebentar. Ada yang janggal, plat mobil yang terlihat di video pakai huruf D, bukan B. Padahal Bekasi seharusnya B.

Verifikasi video viral dalam lima menit

  1. 01Buka invid-project.eu, unggah video atau link. Tools ini bisa pecah video jadi keyframe, lalu reverse image search tiap frame.
  2. 02Salin satu frame yang jelas, buka images.google.com dan yandex.com/images. Kalau frame sama muncul di berita tahun sebelumnya, jelas video lama.
  3. 03Perhatikan detail visual. Plat nomor mobil bisa menunjukkan area, papan reklame produk bisa menunjukkan tahun kampanye, dan jenis pohon bisa menunjukkan wilayah.
  4. 04Cek cuaca di tanggal kejadian lewat dataonline.bmkg.go.id atau wunderground.com. Banjir besar pasti meninggalkan jejak data curah hujan.
  5. 05Bandingkan dengan laporan media arus utama. Kalau Kompas, Tempo, dan Detik tidak punya berita kejadian itu padahal videonya seheboh itu, kemungkinan besar palsu atau didaur ulang.

Di mana OSINT bekerja di cerita ini

OSINT membongkar hoaks dengan dua jenis bukti, jejak digital konten dan jejak fisik di dalam frame. InVID memecah video jadi keyframe, lalu reverse search memunculkan video aslinya, yang ternyata banjir Bandung tahun 2022 (sesuai plat D). Data BMKG mengonfirmasi curah hujan Bekasi malam itu memang tinggi tapi tidak ekstrem, tidak mungkin atap mobil tenggelam. Tidak ada satupun media arus utama yang memberitakan banjir sebesar itu pagi tadi. Dalam lima menit, Wira punya tiga lapis bukti untuk membalas grup keluarga dengan sopan, video ini bukan kejadian hari ini, sumber aslinya ini, mari kita berhenti menyebarkan.

Pola umum hoaks di masa krisis

  • Video lama dari negara lain dilabel kejadian lokal.
  • Cuplikan film atau simulasi diklaim sebagai rekaman nyata.
  • Foto editan yang sengaja kabur supaya detail sulit dicek.
  • Klaim angka korban yang terus diubah untuk memancing emosi.

Yang sering kita lupa

Saat panik, otak kita ingin segera berbuat sesuatu. Share dirasa sebagai bentuk peduli. Padahal hoaks yang ikut tersebar bisa membuat sumber daya bantuan salah arah, atau bikin keluarga korban asli yang sedang berduka harus berkali-kali menjelaskan bahwa itu bukan video kerabatnya.

Peduli yang terburu-buru sering jadi bahan bakar hoaks. Verifikasi adalah bentuk peduli yang lebih dewasa.
Disclaimer. Skenario di atas fiktif, disusun dari pola yang berulang muncul di laporan publik dan komunitas. Tujuannya melatih cara berpikir, bukan menuduh siapa pun.

Cerita terkait